Postingan

The Last Ravencrest — Prologue

 Hujan turun sejak pagi. Tidak deras, hanya rintik-rintik kecil yang membasahi jalanan berbatu dan atap-atap rumah di sepanjang wilayah Ravencrest. Sebuah kereta berhenti di depan bangunan tua yang berdiri sedikit jauh dari pemukiman. Cat pada dindingnya mulai mengelupas. Beberapa bagian atap tampak baru diperbaiki, sementara halaman depannya berubah menjadi tanah basah setelah diguyur hujan berjam-jam. Pintu kereta terbuka. Seorang perempuan turun dengan sebuah buku terselip di bawah lengannya. Gaun hitam panjang yang dikenakannya terlalu sederhana untuk seorang bangsawan. Hanya sebuah sigil kecil berbentuk gagak yang tersemat di dada kirinya yang menunjukkan bahwa perempuan itu berasal dari keluarga Ravencrest. Seorang pengurus panti segera berlari menyambutnya. "Lady Ravencrest." Perempuan itu mengangguk kecil. "Bagaimana persediaan obat?" Tidak ada sapaan panjang ataupun basa-basi. Pengurus itu tampaknya sudah terbiasa. "Masih cukup untuk beberapa minggu. B...

The First Step

 Terkadang, hanya perlu cukup "berani" untuk mengikuti sebuah ide liar... Aku tak tahu ke mana ia akan membawaku. Aku tak tahu apakah akan ada banyak orang yang membaca tulisan-tulisan ini, atau mungkin hanya beberapa orang yang kebetulan menemukannya di sudut kecil internet. Dan sejujurnya... aku juga tidak tahu apakah aku benar-benar siap untuk membiarkan sesuatu yang selama ini hanya hidup di kepalaku dan catatanku, akhirnya dilihat oleh orang lain. Menulis selalu terasa mudah ketika tak ada yang melihat. Mempublikasikannya? Itu cerita yang berbeda. Ada rasa takut. Ada keraguan. Ada bagian kecil dalam diriku yang terus bertanya, "Bagaimana kalau ternyata tulisanku tidak cukup bagus?" Tapi kalau aku terus menunggu sampai rasa takut itu hilang, mungkin aku tidak akan pernah memulai. Jadi... byIrfan lahir. Bukan karena aku sudah menjadi penulis yang hebat. Bukan pula karena aku sudah tahu persis ke mana tempat ini akan berkembang. Aku hanya punya be...